Kesalahan kegiatan rafting yang sering terjadi

Kesalahan Kegiatan Rafting Pemula yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

By Published On: 8 Januari 2026Categories: InformasiTags: ,

Arung jeram atau rafting adalah petualangan air yang mendebarkan, menyatukan adrenalin, keindahan ala dan kerja tim yang solid. Namun, pengalaman yang buruk seringkali bukan disebabkan oleh derasnya sungai, melainkan oleh kesalahan kegiatan rafting yang sering terjadi yang dilakukan oleh pemula.

Bagi Anda, baik yang merupakan pemula yang hati-hati ataupun pengemudi tim/rombongan yang ingin memastikan outing kantor atau family gathering berjalan lancar, meminimalisir risiko adalah kunci utama. Winholiday, agen perjalanan wisata yang berpengalaman melayani kegiatan corporate gathering di Jakarta, memahami betul bahwa persiapan adalah separuh dari kesuksesan. Artikel ini akan menjadi panduan bagi Anda untuk mempersiapkan diri, meminimalisir risiko dan fokus pada keseruan petualangan.

Untuk membantu Anda menavigasi tantangan dan kesenangan aktivitas ini, kami telah membagi kesalahan umum menjadi tiga area utama. Yaitu Logistik & Persiapan, Teknik Dasar di Atas Perahu dan Reaksi Darurat. Dengan mengetahui cara menghindari kesalahan saat rafting ini, Anda siap untuk menghadapi jeram dengan percaya diri.

Kategori Persiapan & Logistik: Jangan Anggap Remeh Detail Kecil

Kesalahan dalam persiapan adalah fondasi kegagalan. Ini adalah hal-hal yang dapat dihindari jauh sebelum Anda menyentuh air.

1. Membawa barang berharga ke perahu tanpa perlindungan

Kesalahan umum : Menganggap perahu akan selalu kering atau membawa kunci mobil, dompet, atau smartphone tanpa kantong tahan air yang memadai (dry bag).

Penjelasan : Bahkan di sungai yang tenang, cipratan air sangat mungkin terjadi dan risiko perahu terbalik selalu ada. Barang berharga yang basah atau hilang akan mengacaukan perjalanan Anda.

  • Cara menghindarinya :
    1. Simpan di loker : Serahkan semua barang tidak penting seperti dompet, kunci dan gawai kepada tim darat Winholiday atau simpan di loker yang disediakan.
    2. Prioritaskan : Jika perlu membawa kamera aksi atau power bank, pastikan dimasukkan ke dalam kantong kering (dry bag) dengan pengaman ganda dan diikat ke perahu.

2. Memakai pakaian yang tidak tepat

Kesalahan umum : Banyak pemula memakai pakaian yang tidak boleh dipakai saat rafting, seperti berbahan katun, jeans, atau baju renang yang tidak nyaman.

Penjelasan : Katun dan jeans akan menyerap air, menjadi sangat berat dan membuat Anda kedinginan (hypothermia) saat terkena angin. Ini dapat menjadi penyebab cidera saat arung jeram karena membatasi pergerakan Anda.

  • Cara menghindarinya :
    1. Pilih bahan cepat kering : Gunakan pakaian berbahan sintetis seperti lycra atau neoprene (jika suhu dingin), atau pakaian olahraga berbahan polyester yang cepat kering.
    2. Kenakan tali kaki : Gunakan sandal gunung atau sepatu air yang tertutup dan terikat kuat. Hindari sandal jepit yang mudah terlepas.

Kategori Teknik Dasar: Kuasai Etika dan Perintah Tim

Arung jeram adalah olahraga tim. Keberhasilan dan keselamatan bergantung pada sinkronisasi setiap pendayung.

1. Memegang dayung yang salah dan tidak kompak

Kesalahan umum : Pemula sering kali melakukan cara memegang dayung arung jeram yang salah, yaitu memegang batang dayung hanya dengan dua tangan tanpa menggenggam T-Grip di ujung atas. Selain itu, mendayung tidak serempak.

Penjelasan : Tidak mengunci T-Grip (pegangan berbentuk T di ujung dayung) adalah kesalahan komunikasi tim saat arung jeram yang dapat berakibat fatal. Ketika mendayung keras atau dayung tersangkut di batu, gagang T-Grip yang lepas dapat menghantam wajah atau kepala rekan satu tim, menyebabkan cedera serius.

  • Cara menghindarinya :
    1. Kunci T-Grip : Selalu kunci ujung T-Grip dengan satu tangan dan pegang batang dayung dengan tangan lainnya. Ini berfungsi sebagai pengaman dan memberikan daya dorong maksimal.
    2. Dengarkan komando : Fokuskan perhatian Anda pada pemandu (guide). Lakukan etika dan perintah dasar arung jeram yang sering dilupakan, seperti “Maju!”, “Mundur!”, atau “Bom!” (berlindung) dengan cepat dan serempak bersama tim.

2. Mengabaikan pentingnya briefing guide

Kesalahan umum : Anggapan bahwa pentingnya briefing dari guide sebelum rafting dimulai hanyalah formalitas.

Penjelasan : Briefing adalah waktu guide menjelaskan prosedur operasi standar, penanganan darurat dan cara mendayung yang benar. Tugas pemandu arung jeram bukan hanya mengarahkan perahu, tapi juga mengedukasi peserta.

  • Cara menghindarinya :
    1. Fokus Penuh: Berikan perhatian penuh. Guide Anda, yang telah disertifikasi dan memiliki jam terbang tinggi, sedang memberikan blueprint keselamatan Anda.
    2. Ajukan Pertanyaan: Jika ada yang kurang jelas, segera tanyakan.

cara menghindari kesalahan saat rafting

Kategori Keselamatan & Reaksi Darurat: Tetap Tenang

Ini adalah kategori paling penting. Kesalahan di sini adalah perbedaan antara insiden minor dan insiden serius.

1. Panik dan melawan arus saat terjatuh

Kesalahan umum : Reaksi alamiah saat tercebur adalah panik, berusaha berenang sekuat tenaga melawan arus, atau mencoba berdiri di sungai yang dangkal.

Penjelasan : Panik akan menghabiskan energi Anda dengan cepat. Berusaha berdiri di jeram yang dangkal adalah kesalahan fatal saat terjatuh dari perahu arung jeram, karena kaki Anda bisa tersangkut di celah bebatuan (foot entrapment) dan membuat tubuh Anda tenggelam karena tekanan air.

  • Cara menghindarinya :
    1. Terapkan posisi rescue : Jika Anda tercebur, jangan panik. Telentanglah (posisi punggung di bawah) menghadap hilir (arah aliran sungai) dengan kaki di depan, sedikit menekuk lutut.
    2. Fungsi kaki : Kaki berfungsi sebagai peredam benturan, melindungi kepala Anda dari batu yang mungkin Anda lewati. Biarkan pelampung Anda (Peralatan Pelindung Diri – APD) melakukan tugasnya.

2. Tidak Mmngencangkan pelampung (PFD)

Kesalahan umum : Pelampung (Personal Flotation Device – PFD) hanya dipasang tanpa mengencangkan semua tali pengaman, termasuk tali selangkangan (jika ada).

Penjelasan : Pelampung yang longgar adalah penyebab cidera saat arung jeram yang sering terjadi. Saat Anda tercebur dan pelampung longgar, tekanan air dari bawah dapat mendorong pelampung ke atas, membuat pelampung lepas dari tubuh, atau bahkan melukai leher Anda.

  • Cara menghindarinya :
    1. Uji tarik : Setelah mengenakan PFD, minta guide atau rekan Anda untuk menariknya di bagian bahu. Pelampung yang benar tidak boleh bergerak naik melewati telinga Anda.
    2. Ingat peran guide : Pahami bahwa peran guide rafting menghadapi situasi darurat di air adalah yang utama. Mereka terlatih untuk ini. Fokuslah pada instruksi mereka di saat-saat kritis.

Baca juga : Paket Rafting Pangalengan

Kesalahan Kegiatan Rafting yang Sering Terjadi: Sukses Rafting ada pada Kepatuhan dan Kesadaran Menghindarkan dari Kesalahan Fatal

Arung jeram adalah pengalaman yang sangat berharga ketika dilakukan dengan benar. Memahami dan menghindari kesalahan kegiatan rafting yang sering terjadi akan mengubah pengalaman Anda dari potensi bahaya menjadi kenangan tak terlupakan.

Kunci utamanya adalah kesadaran, kepatuhan dan kepercayaan pada peralatan serta pemandu Anda. Tim profesional seperti Winholiday selalu memastikan bahwa prosedur keselamatan yang ketat diterapkan di setiap perjalanan, sehingga memberikan Anda ketenangan pikiran dan pengalaman terbaik.

Jangan biarkan rasa cemas menghalangi Anda. Pelajari, persiapkan diri dan nikmati setiap cipratan airnya!

Share this article

Written by : Nurul winholiday

Hi, Winholiday adalah jasa penyedia layanan sewa bus pariwisata, sewa mobil elf dan sewa hiace commuter. Kami memberikan kemudahan untuk anda yang ingin merencanakan kegiatan wisata dengan media transportasi tersebut. tidak hanya itu kami juga menyediakan paket tour wisata dengan harga yang kompetitif hingga termurah. Team marketing kami berada di setiap kota di seluruh pulau jawa lampung dan bali.